Ṣalāḥ al‑Dīn Yūsuf ibn Ayyūb, dikenal di Barat sebagai Saladin, adalah seorang pemimpin militer Kurdi yang menjadi Sultan Mesir dan Suriah serta pendiri Dinasti Ayyubiyah. Ia paling terkenal karena memenangkan kembali Yerusalem dari pasukan Salib pada 1187 dan memimpin perlawanan terhadap Perang Salib Ketiga. Namanya menjadi simbol kepemimpinan, keadilan, dan keterampilan diplomasi yang dihormati baik dalam tradisi Islam maupun sejarah Eropa. National Geographic+1
Pengaruh figur Saladin tak hanya bertahan di Timur Tengah, tetapi juga tercatat dalam narasi sejarah dan identitas budaya Eropa, termasuk Prancis, karena perannya dalam konflik Perang Salib yang melibatkan pasukan Prancis saat itu. National Geographic
2. Masjid Abad ke‑12 di Buzancy: Jejak Rumah Ibadah yang Langka
Salah satu jejak paling konkret warisan Saladin yang masih terkait dengan Prancis ditemukan di sebuah desa kecil Buzancy di wilayah Ardennes, berupa reruntuhan yang dikenal sebagai Masjid Muhammad. Historia.ID
Menurut catatan sejarah lokal yang disusun oleh arsiparis dari Société Orientale de Paris, masjid ini dibangun pada awal abad ke‑13 oleh seorang ksatria Perang Salib bernama Jean d’Anglure sebagai wujud rasa terima kasih setelah dibebaskan oleh Saladin ketika menjadi tawanan pasca‑pertempuran. Historia.ID
Cerita tersebut menggambarkan bahwa:
-
Jean d’Anglure ditawan setelah perang Salib dan diserahkan kepada Saladin.
-
Saladin memperlakukan tawanan dengan hormat dan membebaskannya setelah masa tawanan berakhir.
-
Sebagai bentuk penghormatan dan syukur, Jean membangun masjid di kampung halamannya di Buzancy — meski kini hanya menyisakan reruntuhan yang jarang diketahui publik. Historia.ID
Situs ini kini menjadi salah satu bukti fisik paling langka yang memperlihatkan hubungan antara tokoh Muslim besar dari abad pertengahan dengan sejarah lokal di Eropa, termasuk Prancis. Historia.ID
3. Legenda Saladin dalam Budaya dan Identitas Eropa
Selain bukti arkeologis seperti Masjid Buzancy, warisan Saladin di Prancis juga hidup dalam bentuk narasi dan legenda yang mempengaruhi sejarah budaya Eropa. Kajian sejarah menunjukkan bahwa legenda tentang Saladin telah berkembang melalui kronik abad pertengahan yang ditulis oleh sejarawan Latin dan bangsawan Prancis; mereka menggambarkannya sebagai tokoh yang mulia, adil, dan berani — bahkan dibanding lawan‑lawan Eropa‑nya sendiri. Medievalists.net
Dalam budaya intelektual Eropa, Saladin sering muncul dalam sorotan yang penuh nuansa: bukan hanya sebagai musuh perang Salib, tetapi juga sebagai sosok ideal ksatria yang menghormati etika perang dan toleransi. Legenda ini terus berkembang selama berabad‑abad dan menjadi bagian dari cara Prancis dan negara Eropa lain membentuk narasi identitas mereka, terutama dalam literatur dan historiografi abad pertengahan hingga modern. Medievalists.net
4. Representasi Visual dan Seni yang Terhubung dengan Saladin
Jejak lain warisan Saladin yang bisa dirasakan di Prancis adalah dalam seni visual sejarah Eropa. Salah satu contohnya adalah karya seni yang masih tersisa berkaitan dengan konflik Perang Salib — seperti sketsa yang menggambarkan Guy de Lusignan, seorang bangsawan Prancis, sebagai tahanan Saladin (meskipun karya itu sendiri tidak berada di Prancis, gambarnya dikenal luas di koleksi museum Eropa). Wikipedia
Penggambaran semacam ini mencerminkan bagaimana kisah Saladin dan tokoh‑tokoh Perang Salib lainnya menjadi referensi naratif dalam sejarah seni Eropa, termasuk di Prancis. Narasi ini membantu memperkaya sejarah visual Eropa lewat penggambaran kontak dan konflik lintas budaya antara Barat dan Timur pada Abad Pertengahan. Wikipedia
5. Etika Kepemimpinan Saladin yang Masih Dibahas di Barat
Warisan Saladin juga hidup dalam wacana sejarah dan moral di Barat dalam konteks perdebatan historis tentang kepemimpinan, toleransi, dan etika perang. Banyak akademisi Barat secara historis memandang Saladin sebagai contoh kepemimpinan yang dihormati — misalnya, penulis‑penulis Eropa abad pertengahan sering menggambarkan Saladin sebagai sosok yang berani sekaligus bermoral tinggi — sebuah gambaran yang kemudian turut menjadi rujukan dalam kajian sejarah budaya di Prancis. Medievalists.net
6. Kesimpulan: Warisan Saladin dalam Perspektif Prancis
Jejak warisan Salahuddin al‑Ayyubi di Prancis bukanlah reruntuhan istana atau makam besar, tetapi fragmen sejarah yang tak terduga:
-
Reruntuhan Masjid Buzancy, sebuah masjid yang terkait dengan kisah perilaku terhormat Saladin terhadap tawanan. Historia.ID
-
Legenda dan narasi budaya yang membentuk bagaimana Eropa, termasuk Prancis, mengenang masa Perang Salib — dengan Saladin sering diposisikan sebagai tokoh ksatria yang dihormati. Medievalists.net
-
Representasi seni visual yang mencerminkan persinggungan budaya antara Timur dan Barat saat abad pertengahan. Wikipedia
Jejak‑jejak ini menunjukkan bahwa warisan Saladin di Prancis lebih bersifat naratif dan simbolis, tetapi tetap penting untuk memahami hubungan sejarah lintas budaya yang telah membentuk identitas Eropa sejak Abad Pertengahan.
